Posts Tagged With: logistik

Penilaian Logistik pada Saat Bencana

Penting bagi setiap organisasi atau lembaga kemanuasian untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kapasitas mereka dalam merespon pada saat bencana atau masa darurat bencana secara efektif dan tepat waktu. Biasanya, sesaat setelah terjadinya bencana (untuk bencana yang terjadinya secara mendadak) atau sesaat sebelum terjadinya bencana (untuk bencana yang diprediksi akan segera terjadi), organisasi atau lembaga kemanusiaan tersebut akan megirimkan tim penilai ke lokasi atau titik bencana, dan sangat penting untuk melibatkan atau mengikutsertakan seorang petugas logistik di dalam tim penilai agar dapat memahami bagaiamana layanan logistik akan diberikan atau dipakai.
Secara keseluruhan tujuan dari penilaian logistik adalah untuk memastikan bahwa pengaturan yang tepat dan memadai dibuat untuk merespon secara tepat waktu, efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terkena dampak.

Log for blog
Strategi peniliain biasanya dibuat untuk mejawab enam pertanyaan seperti di bawah ini:
1. Siapa – orang yang terkena dampak bencana
2. Di mana – lokasi orang yang terkena dampak bencana
3. Apa – barang bantuan apa yang sangat dibutuhkan
4. Kapan – barang bantuan tersebut harus dikirimkan / diterima oleh penerima bantuan
5. Berapa banyak – jumlah barang bantuan yang dibutuhkan
6. Bagaimana – inilah bagian logistik – bagaimana mengirimkan barang bantuan tersebut sampai ke penerima bantuan, dalam hal ini kita berbicara mengenai transportasi, juga mengenai pergudangan, bagaimana menangani/handle barang tersebut, kemasan, komunikasi dan aktifitas pendukung lainnya.

Berdasarkan enam poin di atas, kita bisa melihat bahwa bagian terpenting dari penilaian logistik saat bencana adalah untuk mengidentifikasi dampak pada infrastruktur transportasi serta infrastruktur sumber daya lainnya, misalnya bandara, pelabuhan laut atau pelabuhan sungai, jalan, jembatan, kapasitas truk lokal, sewa kendaraan, gudang, listrik dan informasi pendukung lainnya.

Penilaian logistik juga harus menyoroti kendala-kendala yang ada seperti kepadatan yang terjadi di bandara, prosedur bea cukai, masalah buruh dll.
Penilaian logistik selama masa darurat bencana akan tergantung pada skala bencana. Namun, biasanya, siklus penilaian akan meliputi:
1. Mengidentifikasi informasi apa saja yang dibutuhkan dan dari mana sumbernya
2. Mengumpulkan data dan informasi
3. Menganalisis dan menginterpretasikan data
4. Menyimpulkan dan membuat perencanaan untuk respon logistik
5. Mendesain dan memodifikasi rencana respon/tanggap darurat.

Advertisements
Categories: Bahasa, Manajemen Bencana | Tags: , , , , | Leave a comment

Kesimpulan >> Apa Itu Logistik

Setelah mempelajari beberapa definisi mengenai logistik, maka kita akan lebih baik dalam memahami apa itu logistik. Secara garis besar kita bisa mengambil suatu kesimpulan bahwa logistik merupakan suatu layanan dukungan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian yang efisien dan efektif terhadap barang, jasa serta informasi dari titik asal sampai ke titik tujuan untuk memenuhi kebutuhan. Komponen utama logistik adalah penyimpanan/gudang  dan aliran sumber daya (barang / jasa / informasi).

Seperti yang kita ketahui bahwa misi logistik pada prinsipnya adalah mendapatkan barang yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan jumlah dan kondisi yang tepat, serta dengan biaya yang terjangkau maka kita dapat melihat bahwa manajemen logistik yang baik sangatlah diperlukan oleh setiap pihak yang berkepentingan.

Manajemen logistik merupakan bagian dari rantai pasokan (supply chain). Beberapa unsur penting dalam supply chain ini antara lain pengadaan, pergudangan & invetarisasi, transport, distribusi, sistem informasi dan aliran dana. Kita akan membahas lebih mendalam lagi beberapa unsur penting ini pada bagian Supply Chain Management.

Saya mengharapkan komentar/masukkan dari pembaca untuk tulisan ini dan silahkan juga follow blog ini jika tertarik 😉

Categories: Logistik | Tags: | 5 Comments

Beberapa Pengertian tentang Logistik

Berikut ini saya kutip beberapa pengertian tentang Logistik dari logisticsworld.com yang mungkin saja berguna bagi kita semua.

Logistik – (definisi untuk bisnis). Logistik didefinisikan sebagai kerangka perencanaan bisnis untuk pengelolaan material, layanan, informasi dan arus modal. Logistik mencakup sistem informasi, komunikasi dan kontrol yang semakin kompleks yang diperlukan dalam lingkungan bisnis saat ini. — (Logistix Partners Oy, Helsinki, FI, 1996)

Logistik – (definisi untuk militer). Ilmu merencanakan dan melaksanakan gerakan dan pemeliharaan pasukan …. aspek-aspek operasi militer yang berhubungan dengan desain dan pengembangan, penerimaan, penyimpanan, gerakan, distribusi, pemeliharaan, evakuasi dan disposisi material; gerakan, evakuasi, dan rawat inap personil, perolehan konstruksi, pemeliharaan, operasi dan disposisi fasilitas; dan penerimaan pemberian jasa. — (JCS Pub 1-02 excerpt)

Logistik – Pengadaan, pemeliharaan, distribusi, dan penggantian personil dan material. — (Websters Dictionary)

Logistik – … proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian yang efisien, aliran yang efektif dan penyimpanan barang, jasa, serta informasi terkait dari titik asal ke titik konsumsi untuk tujuan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. “Perhatikan bahwa definisi ini mencakup masuk, keluar, gerakan internal dan eksternal, dan pengembalian bahan. — (Reference: Council of Logistics Management, http://www.clm1.org/mission.html, 12 Feb 98)

Logistik – Ilmu perencanaan, pengaturan dan pengelolaan kegiatan yang menyediakan barang atau jasa. — (MDC, LogLink / LogisticsWorld, 1997)

Logist – Untuk melakukan fungsi logistik atau proses. Tindakan perencanaan, mengatur dan mengelola kegiatan yang menyediakan barang atau jasa. (Kata kerja “logist.” Misalnya. Dia menjalankan logistik untuk operasi terakhir. Aku akan menjalankan logistik untuk operasi berikutnya. Saya melakukan logistik untuk operasi saat ini. Kami melakukan logistik dalam operasi ini. Operasi ini mempunyai sistem logistik yang baik) — (MDC, LogLink / LogisticsWorld, 1997)

Fungsi Logistik – (klasik) perencanaan, pengadaan, transportasi, pasokan, dan pemeliharaan. — (United States Department of Defense DOD)

Proses Logistik – (klasik) menetukan permintaan, penerimaan, distribusi, dan penyimpanan. — (United States Department of Defense DOD)

Dukungan Logistik Terpadu (ILS) – Meliputi manajemen terpadu dari unsur teknis logistik yang merencanakan dan mengembangkan persyaratan dukungan untuk sistem. Hal ini dapat mencakup perangkat keras, perangkat lunak, penyediaan pelatihan dan pemeliharaan sumber daya. — (Reference: ECRC University of Scranton / Defense Logistics Agency Included with permission from: HUM – The Government Computer Magazine “Integrated Logistics” December 1993, Walter Cooke.)

Categories: Logistik | Tags: | Leave a comment

Lebih Jauh Tentang Logistik

Seperti yang ditulis sebelumnya, secara garis besar Logistik adalah manajemen aliran dari suatu tempat ke tempat lainnya. Lebih mendalam lagi, Logistik adalah manajemen aliran sumber daya antara tempat/titik asal dan tempat/titik akhir untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan, misalnya kebutuhan pelanggan atau perusahaan. Sumber daya yang dikelola dapat berupa barang dalam bentuk fisik, misalnya makanan, peralatan, perlengkapan kantor atau manusia juga. Selain itu sumber daya tersebut juga dapat berupa sesuatu yang abstrak seperti informasi dan waktu.

Setelah itu tentunya kita akan melihat Logistik itu meliputi apa saja atau dengan kata lain mungkin kita bisa mengatakan apa saja bagian-bagian utama dalam Logistik. Saya membaca dari beberapa sumber dan berdasarkan pengalaman, saya pikir penjelasan dari Wikipedia tentang bagian-bagian utama dalam Logistik adalah yang paling sederhana dan cepat untuk dimengerti. Kutipan dari Wikipedia untuk bagian-bagian utama dari Logistik adalah sebagai berikut:

  1. Pengadaan Logistik : terdiri dari kegiatan seperti riset pasar, perencanaan kebutuhan, keputusan make-or-buy, manajemen pemasok, pemesanan, dan pengendalian. Target dalam pengadaan logistik mungkin bertentangan antara efisiensi memaksimalkan dengan berkonsentrasi pada kompetensi inti, outsourcing sambil mempertahankan otonomi perusahaan, atau meminimalkan biaya pengadaan sambil memaksimalkan keamanan dalam proses penyediaan.
  2. Produksi Logistik : menghubungkan pengadaan untuk distribusi logistik. Fungsi utamanya adalah untuk menggunakan kapasitas produksi yang tersedia untuk menghasilkan produk yang dibutuhkan dalam distribusi logistik. Kegiatan logistik produksi terkait dengan konsep organisasi, perencanaan tata letak, perencanaan produksi, dan pengendalian.
  3. Distribusi Logistik : tugas utamanya adalah pengiriman produk jadi kepada pelanggan. Ini terdiri dari pemrosesan order, pergudangan, dan transportasi. Distribusi logistik diperlukan karena waktu, tempat, dan kuantitas produksi berbeda dengan waktu, tempat, dan kuantitas konsumsi.
  4. Pembuangan/penghapusan Logistik : fungsi utamanya untuk mengurangi biaya logistik dan meningkatkan layanan terkait dengan pembuangan limbah yang dihasilkan selama operasi bisnis.
  5. Reverse Logistics : menunjukkan semua operasi yang berkaitan dengan penggunaan kembali produk dan bahan. Proses ini mencakup manajemen dan penjualan surplus, serta produk dikembalikan ke vendor dari pembeli. Reverse ini menyangkut semua operasi yang berhubungan dengan penggunaan kembali produk dan bahan. Ini adalah “proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian yang efisien, efektif aliran biaya bahan baku, inventaris dalam proses, barang jadi dan informasi terkait dari titik konsumsi ke titik asal untuk tujuan merebut kembali nilai atau tepat pembuangan. Lebih tepatnya, proses reverse logistics adalah proses pemindahan barang dari tempat akhir barang tersebut dengan tujuan untuk digunakan kembali atau untuk dibuang dengan benar.
  6. Green Logistics : semua upaya untuk mengukur dan meminimalkan dampak ekologis kegiatan logistik. Ini mencakup semua kegiatan dari awal hingga akhir termasuk proser reverse.
  7. Global Logistics
  8. Domestics Logistics
  9. Concierge Logistics : pelayanan untuk proses impor / ekspor

Saya mengharapkan komentar/masukkan dari pembaca untuk tulisan ini dan silahkan juga follow blog ini jika tertarik 😉

Categories: Logistik | Tags: | 1 Comment

Apa itu Logistik ?

Mungkin bagi kebanyakan orang logistik berarti bahan makanan atau bahan lainnya yang dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari atau keperluan lainnya. Pemikiran seperti ini sama persis dengan yang ada di kepala saya 13 tahun yang lalu ketika saya menjadi staff Logistik…maklum latar belakang saya adalah Teknik Industri jadi saya “buta” mengenai Logistik.

Wikipedia menurut saya memiliki penjelasan yang cukup baik tentang Logistik. Mari kita lihat kutipan penjelasannya sebagai berikut:

Logistik merupakan seni dan ilmu, barang, energi, informasi, dan sumber daya lainnya, seperti produk, jasa, dan manusia, dari sumber produksi ke pasar  dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan modal. Manufaktur dan marketing akan sulit dilakukan tanpa dukungan logistik. Logistik juga mencakup integrasi informasi, transportasi, inventori, pergudangan, reverse logistics dan pemaketan.

Berdasarkan pengertian di atas, maka misi logistik adalah “mendapatkan barang yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan jumlah yang tepat, kondisi yang tepat, dengan biaya yang terjangkau, dengan tetap memberikan kontribusi profit bagi penyedia jasa logistik”.

Karenanya, logistik selalu berkutat dalam menemukan keseimbangan untuk 2 hal yang amatlah sulit untuk disinergikan, yaitu menekan biaya serendah-rendahnya tetapi tetap menjaga tingkat kualitas jasa dan kepuasan konsumen. Dalam dunia bisnis yang selalu berubah, manajemen logistik yang baik merupakan sebuah keharusan.

Kata logistik berasal dari bahasa Yunani logos (λόγος) yang berarti “rasio, kata, kalkulasi, alasan, pembicaraan, orasi”. Kata logistik memiliki asal kata dari Bahasa Perancis loger yaitu untuk menginapkan atau menyediakan. Kegunaan asalnya untuk menjelaskan ilmu dari pergerakan, suplai & perawatan dari pasukan militer di lapangan. Nantinya digunakan untuk mendeskripsikan manajemen arus barang di sebuah organisasi, dari barang mentah menjadi barang jadi.

Logistik adalah konsep yang dianggap berevolusi dari kebutuhan pihak militer untuk memenuhi persediaan mereka ketika mereka beranjak ke medan perang dari markas. Pada kekaisaran Yunani, Romawi dan Bizantium kuno, ada perwira militer dengan gelar ‘Logistikas’, yang bertanggung jawab atas distribusi dan pendanaan persediaan perang.

Oxford English Dictionary mendeskripsikan logistik sebagai “the branch of military science relating to procuring, maintaining and transporting material, personnel and facilities.” Definisi lainya adalah “the time-related positioning of resources.” Maka dari itu, logistik biasanya dilihat sebagai cabang umum dari ilmu teknik yang membuat “sistem manusia” bukan “sistem mesin”.

 Kalau saya coba jelaskan dengan singkat dari penjelasan Wikipedia di atas, bisa dikatakan bahwa Logistik adalah manajemen aliran dari suatu tempat ke tempat lainnya.  Masih banyak pengertian Logistik dari beberapa pakar dan ahli, namun menurut saya penjelasan dari Wikipedia tersebut sudah bisa menggambarkan garis besar tentang Logistik. Ke depannya kita akan membahas lebih mendalam lagi mengenai apa itu Logistik.

Saya mengharapkan komentar/masukkan dari pembaca untuk tulisan ini dan silahkan juga follow blog ini jika tertarik. 😉

Categories: Logistik | Tags: | 29 Comments

Blog at WordPress.com.