Pentingnya Koordinasi pada Saat Tanggap Darurat Bencana

Coordination

Pada saat tanggap darurat bencana, kita pasti sering mendengar kata koordinasi, koordinasikan, mengkoordinasikan dan sejenisnya. Kata koordinasi sering sekali diucapkan, namun pada kenyataannya sulit sekali untuk dijalankan. Salah satu contoh, ketika banjir di Jakarta pada awal 2013 lalu, di beberapa tempat masih banyak terjadi kekacauan pembagian sembako karena kurangnya koordinasi antara pihak yang berwenang, pemberi bantuan maupun masyarakat yang terkena dampak bencana. Kita bisa melihat dari televisi ataupun membaca dari koran, banyak sekali keluhan dari masyarakat yang mengungsi di beberapa titik evakuasi bahwa mereka belum menerima bantuan, padahal di lain pihak kita bisa melihat bahwa banyak sekali bantuan yang telah diberikan. Pertanyaannya adalah ke mana saja bantuan yang telah diberikan dan  kenapa masih saja banyak masyarakat mengeluh belum mendapatkan bantuan? Ternyata banyak sekali bantuan yang menumpuk di posko dan belum diberikan kepada masyarakat karena kurangnya koordinasi!

Sesaat setelah terjadi bencana, banyak pihak baik secara individual maupun organisasi dan juga dari badan-badan pemerintah yang segera terjun ke lokasi dan memberikan bantuan kemanusian. Semua pihak yang memberikan bantuan itu masing-masing datang dengan kepentingannya sendiri sehingga sering sekali terjadinya persaingan prioritas. Hal ini bisa dilihat dari kurangnya pelayanan dan bantuan yang diberikan kepada masyrakat yang terkena dampak bencana, salah satu contoh seperti yang disebutkan di atas. Contoh lain adalah terjadi duplikasi jenis bantuan sehingga akhirnya tidak berguna. Salah satu pengalaman saya ketika ikut dalam operasi tanggap darurat di suatu daerah, ketika itu bantuan berupa makanan sudah sangat banyak, sampai akhirnya masyarakat menolak untuk menerima bantuan makanan. Sebenarnya yang mereka butuhkan adalah bantuan obat-obatan dan tenaga medis, namun karena kurangnya koordinasi dalam manajemen informasi akhirnya bantuan tersebut datangnya sangat terlambat.

Definisi koordinasi menurut kamus artikata.com adalah perihal mengatur suatu organisasi atau kegiatan sehingga peraturan dan tindakan yang akan dilaksanakan tidak saling bertentangan atau simpang siur. Beberapa sinonim untuk koordinasi, yaitu harmonisasi, pengaturan, pengorganisasian, penyelarasan, penyerasian, dan sinkronisasi.

Dari arti kata koordinasi serta beberapa sinonim kata tersebut, kita bisa melihat bahwa koordinasi tidak terjadi dalam waktu yang singkat. Koordinasi harus dilakukan jauh hari sebelum terjadinya bencana. Koordinasi tanggap darurat bencana harus dilakukan oleh semua pemangku kepentingan baik dari pemerintah, swasta maupun masyarakat.

Secara garis besar, untuk bisa membuat suatu sistem koordinasi yang baik harus memperhatikan beberapa hal, yaitu:

  1. Keikutsertaan dari semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam situasi darurat bencana. Koordinasi harus terjadi melalui suatu proses yang disepakati oleh semua pemangku kepentingan. Seseorang atau suatu badan atau organisasi yang ditunjuk sebagai koordinator harus bisa membangun suasana yang baik dan saling menghormati antara setiap pemangku kepentingan. Setiap kebijakan atau prosedur untuk tanggap darurat harus disepakati oleh semua pemangku kepentingan.
  2. Tidak berpihak kepada sesuatu (imparsial). Koordinasi harus bertujuan untuk memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan yang dibuat tidak berdasarkan kesukuan, agama, pilihan politis, jenis kelamin atau usia. Perhatian harus diberikan kepada kelompok rentan, anak-anak, orang tua, orang cacat dan ibu hamil.
  3. Harus dilakukan secara transparan. Koordinasi membutuhkan kepercayaan dari semua pemangku kepentingan. Setiap proses pengambilan keputusan dan pemberian informasi harus dilakukan secara transparan dan jujur, termasuk jika terjadi kegagalan tetap harus diinformasikan dan jangan ditutup-tutupi untuk kepentingan tertentu.
  4. Harus bermanfaat bagi masyarakat yang terkena bencana maupun pemangku kepentingan lainnya.

Salah satu langkah awal yang bisa dilakukan untuk melakukan koordinasi dalam tanggap darurat adalah melakukan pemetaan terhadap semua pemangku kepentingan dengan kapasitasnya masing-masing. Hal ini perlu dilakukan untuk dapat mengetahui dan mempermudah proses keterlibatan masing-masing pihak pada saat tanggap darurat. Pada intinya pemetaan ini mencatat:

  1. Siapa
  2. Apa
  3. Di mana: lokasi
  4. Kapan
  5. Mengapa
  6. Bagaimana

Dari data pemetaan tersebut, kemudian kita bisa melihat kapasitas dari setiap pemangku kepentingan sehingga pembagian tugas untuk penanganan darurat pun bisa lebih terkoordinasi dengan baik.

Advertisements
Categories: Manajemen Bencana | Tags: , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: