Manajemen Transportasi – Perencanaan

Kita tahu bahwa pada dasarnya ada empat model (jenis) transportasi, yaitu transportasi melalui darat, laut, udara dan kereta api. Pada prinsipnya, model transportasi adalah sarana untuk memindahkan barang atau material dari satu tempat ke tempat yang lain.

Manajemen transportasi

Ketika merencanakan dan mempertimbangkan model apa yang akan dipakai maka biasanya kita akan menggunakan kriteria kecepatan, kehandalan dan biaya. Setiap model memiliki karakteristik yang berbeda, oleh karena itu pemilihan model yang tepat harus dilakukan dengan seksama sehingga bisa memenuhi semua kebutuhan dan persyaratan yang diinginkan. Terkadang memakai lebih dari satu model merupakan pilihan yang paling efektif dan efisien.

Ada barang atau material tertentu yang harus diangkut menggunakan model khusus berdasarkan karakteristik fisiknya, namun sebagian besar barang atau material yang lain bisa menggunakan model transportasi apapun.

Sangat penting buat kita untuk memahami karakteristik operasional dari setiap model transportasi yang dipilih, selain itu juga kita harus mempertimbangkan jenis kendaraan dan peralatan yang akan dipakai.

Jadi secara garis besar, pemilihan model transportasi dipengaruhi oleh:

I. Faktor-faktor operasional.

Beberapa faktor operasional yang harus dipertimbangkan antara lain:

1. Kondisi atau sifat dari barang / material yang akan diangkut, antara lain:

  • Ukuran, bentuk dan berat barang/material.
  • Nilai barang atau material, kebutuhan untuk keamanan selama masa transport serta tingkat kerapuhan barang / material tersebut.
  • Periode kerusakan atau kemerosotan barang / material.
  • Termasuk kategori barang / material berbaya atau tidak.

2. Kebutuhan & syarat untuk fitur konsumen (dari sisi transporter juga) antara lain:

  • Lokasi geografis pengirim dan penerima.
  • Waktu pengiriman dan semua persyaratan yang diinginkan misalnya konsumen menginginkan barang harus dikirim dalam waktu 1 x 24 jam.
  • Kondisi tempat/titik penerima harus diketahui dengan jelas dalam hal ini antara lain akses fisik / kondisi jalan, apakah ada larangan untuk berat angkutan tertentu, serta fasilitas yang ada misalnya fasilitas bongkar-muat, dan sebagainya.
  • Ukuran rata-rata barang/material yang dikirim.

3. Faktor lingkungan serta kondisi politik, sosial dan ekonomi antara lain:

  • Di beberapa negara atau kota, ada peraturan menyangkut masalah lingkungan misalnya peraturan untuk batas berat kendaraan dan poros.
  • Kondisi jalan dan rel kereta api.
  • Undang-undang dan kebijakan pajak yang menawarkan insentif atau pembatasan untuk penggunaan model tertentu.
  • Ketersediaan tenaga kerja dan modal, serta tenaga spesialis.
  • Kondisi cuaca, misalnya musim angin/hujan deras.

II. Kriteria seleksi. Ada empat kriteria kunci untuk menyeleksi pemilihan model transportasi:

  1. Kecepatan yang dapat diberikan oleh model tertentu. Sifat dari model tertentu akan menentukan seberapa cepat barang / material akan ditransport. Namun perlu diperkatikan juga kadang-kadang masalah infrastruktur sangat mempengaruhi kecepatan dari model tersebut.
  2. Kehandalan dari setiap model yang dapat menunjukkan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan layanan. Kehandalan pelayanan transportasi untuk mengantarkan barang/material yang benar, dalam kondisi yang tepat, pada waktu yang diinginkan merupakan aspek utama dari harapan konsumen / pelanggan.
  3. Biaya per unit yang komperatif. Biasanya biaya setiap model dinyatakan dalam satuan namun itu bukan angka mutlak. Ada biaya per ton, per sak, per palet dan sebagainya. Jarak pun menentukan sehingga kadang ada biaya yang dibuat per kilometer ton.
  4. Fleksibilitas dari setiap model. Hal ini bergantung pada variasi yang ada dari setiap model. Terkadang karena masalah infrastruktur jalan yang kurang bagus menuntut model tertentu untuk bisa beradaptasi dengan keadaan tersebut. Contoh lain adalah pengunaan kereta api mungkin agak kurang fleksibel di beberapa tempat karena keterbatasan rel kereta api.

Jadi kesimpulannya adalah setiap model transportasi yang akan digunakan harus direncanakan dengan seksama. Penting untuk memahami model transportasi yang akan digunakan, hal ini tentu saja untuk kepentingan dan keuntungan kedua belah pihak, baik buat konsumen ataupun transporternya.

Advertisements
Categories: Logistik | Tags: , , , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: