Apa itu Manajemen Kebencanaan ?

Setelah melihat contoh-contoh bencana, kita jadi berpikir apa yang harus dilakukan ketika bencana itu terjadi. Kita tahu bahwa bencana mengakibatkan kerugian kepada siapapun yang mengalaminya. Bahkan bencana juga bisa mengakibatkan trauma yang berkepanjangan. Apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi dan menanggulangi bencana ?

Sedia payung

Peribahasa mengatakan sedia payung sebelum hujan. Payung yang harus kita sediakan pun harus sesuai dengan kebutuhan, misalnya untuk hujan yang sangat deras disertai angin yang kencang tentu kita akan memilih untuk memakai payung yang cukup besar sehingga tidak basah dan payungnya tidak terlipat ke atas ketika ditiup angin.

Peribahasa di atas sangat cocok dipakai untuk menghadapi bencana. Kita tahu bahwa bencana bisa disebabkan karena faktor alam, faktor manusia dan faktor non-alam atau sosial. Nah sekarang kita harus bisa menentukan “jenis atau ukuran serta warna payung” apa yang harus dipakai pada saat terjadi bencana?

Berdasarkan pemikiran seperti di atas dan pembelajaran dari pengalaman bencana sebelumnya, maka munculnya apa yang dinamakan Manajemen Kebencanaan. Pada awalnya ada tiga hal yang ada dalam manajemen kebencanaan ini, yaitu kesiapsiagaan, respon dan pemulihan untuk mengurangi dampak dari bencana. Pada perkembangannya, dalam tahap kesiapan ini secara garis besar dibagi menjadi mitigasi, pengurangan resiko dan pencegahan.

Berikut kita melihat secara garis besar apa yang dimaksud dengan:

Manajemen Kebencanaan: cara / ilmu yang dilakukan dan dikelola melalui suatu proses yang sistematis untuk menghadapi bencana dan mengurangi dampak yang ditimbulkan serta bagaimana untuk terus dapat melanjutkan kehidupan setelah bencana tersebut.

Mitigasi: tindakan atau langkah-langkah yang dilakukan untuk mengurangi dampak dari bencana.

Pencegahan: bagaimana cara menghindar dari ancaman bencana

Pengurangan resiko: cara yang sistematis untuk mengurangi resiko yang ditimbulkan pada saat bencana berdasarkan resiko dan kajian tentang bencana yang ada

Kesiapsiagaan: kesiapan pemerintah, organisasi/lembaga profesional, masyarakat dan perorangan dalam mengantisipasi kemungkinan bencana yang terjadi, kesiapan untuk merespon ketika bencana itu terjadi serta bagaimana cara untuk memulihkan keadaan secara efektif setelah bencana terjadi.

Respon: pemberian layanan dan bantuan pada saat bencana terjadi dengan tujuan utama untuk menyelamatkan nyawa, mengurangi dampak penyakit atau yang berhubungan dengan kesehatan, memberikan layanan kesehatan dan memberikan bantuan kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan oleh penduduk yang terkena dampak bencana.

Pemulihan: tindakan atau langkah-langkah yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi masyarakat yang terkena bencana serta melakukan upaya untuk mengurangi resiko yang mungkin akan terjadi lagi.

Ke depannya kita akan melihat lebih mendalam tahap-tahap yang dilakukan dalam manajemen kebencanaan ini.

Advertisements
Categories: Manajemen Bencana | Tags: , , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: