Supply Chain >> Pengembalian Sumber Daya

Bagian ini merupakan bagian terakhir dari komponen supply chain. Seperti disebutkan sebelumnya bahwa komponen ini cukup problematik bagi kebanyakan perusahaan sebab perusahaan harus membuat suatu sistem yang responsif dan fleksibel antara lain sistem untuk bisa menerima kembali produk yang telah dipasarkan karena cacat atau habis masa berlakunya, pengembalian stok yang tidak laku dan sebagainya.

Dengan singkat kita bisa mengatakan bahwa “pengembalian” ini adalah mundur satu langkah ke belakang. Contohnya antara lain:

  • Pengembalian barang dari pembeli kepada penyalurnya. Misalnya seorang bapak mengembalikan kipas angin yang telah dibelinya ke toko X karena kipas angin tersebut tidak berfungsi dengan baik.
  • Pengembalian barang dari distributor kepada pabrik karena barangnya tidak sesuai dengan spesifikasi yang diminta.
  • Pengembalian bahan baku dari pabrik kepada supliernya karena bahan tersebut tidak memenuhi syarat kualitas.

Seperti contoh di atas, pada prinsipnya ada lima komponen utama dalam “pengembalian” ini:

  1. Menerima kembali produk yang dikembalikan dari penyalur atau pabrik.
  2. Mengangkut atau mengirimkan kembali produk tersebut di atas untuk proses pemeriksaan, pemilahan maupun untuk pemusnahan.
  3. Inspeksi dan disposisi. Perusahaan harus sedini mungkin melakukan pemilihan, pengecekan dan mengambil keputusan yang terbaik untuk produk dikembalikan tersebut, apakah akan diolah kembali atau dimusnahkan. Hal ini untuk menghindari biaya tambahan seperti biaya penyimpanan dan sebagainya.
  4. Mengolah kembali produk yang dikembalikan. Jika keputusan nomor 3 di atas adalah untuk mengolah kembali.
  5. Memasarkan kembali produk olahan seperti tersebut di nomor 4. Sebelum melakukan pemasaran kembali, sebaiknya perusahaan harus melalukan survey apakah produk tersebut masih dibutuhkan atau mencari pasar baru untuk produk olahan tersebut.

Gambar di bawah ini bisa kita pakai untuk mencari solusi terbaik untuk “pengembalian”.

Reverse Supply Chain

Apa –> sumber daya apa yang dikembalikan ?

Mengapa –> alasan pengembaliannya ?

Kapan –> waktu pengembaliannya ?

Di mana –> di titik mana pengembalian itu terjadi ?

Siapa –> siapa yang mengembalikannya ?

Bagaimana –> cara pengembaliannya ?

Dengan menyediakan solusi terbaik untuk pertanyaan-pertanyaan di atas maka perusahaan bisa mengatur dan mengkoordinasi lebih baik lagi masalah “pengembalian” ini yang tentu saja akan menambah keuntungan dan kelangsungan suatu bisnis.

Advertisements
Categories: Supply Chain Management | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: